Usaha Air Isi Ulang dan kendala-kendalanya


Usaha Air Isi Ulang dan kendala-kendalanya



Bisnis air isi ulang juga memiliki berbagai kendala yang harus segera diselesaikan segera agar bisnis terus menghasilkan keuntungan yang diharapkan.

Kendala Umum Bisnis / Usaha air isi ulang 

1.    Mesin yang kurang memadai, hal ini dapat ditangani dengan menghubungi pihak dimana kita membeli peralatan atau mesin isi ulang air minum yang kompeten. Usahakan menanyakan sebanyak mungkin informasi yang diperlukan sebelum memutuskan untuk membeli sebuah produk. Dan alangkah baiknya bila anda dapat langsung menemui pembuat mesin dan melihat langsung workshop atau tempat pembuatan mesin tersebut. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya kesalahan sistem, karena ketidak cocokan antara sistem yang dipakai dengan berbagai hal, salah satunya adalah dengan sumber air.

Banyak penjual yang menawarkan mesin dengan harga murah, tetapi dengan sistem yang kurang profesional, seperti :
·         Tidak ada informasi mengenai produk dan detail kegunaannya
·         Tanpa adanya analisa sumber air atau test sumber air yang akan digunakan dalam proses filtrasi
·         Tanpa adanya layanan purna jual, termasuk traning dan garansi.
·         Pembuatan mesin dengan sparepart yang tidak sesuai dengan standarisasi SNI dan BPOM.

2.   Bahan baku, biasanya bisa bekerja sama dengan supplier air isi ulang yang diambil dari mata air pegunungan, mengolah air PDAM ataupun menggunakan air tanah dalam prosesnya.

3.   Persepsi Buruk Masyarakat, masyarakat belum percaya kepada kualitas isi ulang air minum. Ini karena pemberitaan di media tentang penjual air isi ulang yang nakal dan ditemui bakteri Escericia Coli (E-Coli).

Solusinya, Anda harus memiliki bahan baku air isi ulang yang berkualitas seperti air dari mata air pegunungan. Bukan air sumur, air keran atau air dalam tanah. Selain itu, mesin filter juga harus yang terbaik. Terakhir, mintalah dinas kesehatan setempat untuk melakukan peninjauan. Jika lolos, maka akan mendapatkan sertifikat tentang kelayakan air yang dijual. Tempel sertifikat ini di tempat yang dapat dilihat konsumen dengan mudah.

4.    Peraturan Pemerintah, pemerintah memiliki banyak aturan tentang bisnis ini. Beberapa diantaranya adalah; bisnis isi ulang tidak boleh menggunakan galon yang sudah memiliki merek, galon tidak boleh disegel dan lain sebagainya.

Anda bisa menerapkan strategi bisnis yang jitu seperti memberikan harga lebih murah, layanan order delivery, pilihan air minum isi ulang reverse osmosis (RO) untuk kualitas air yang lebih baik dan menyehatkan, serta strategi pemasaran lain sampai pada menurunkan harga, dan tetap mengutamakan kualitas air.

5.   Masalah Galon, kondisi galon yang kotor, kusam, bahkan hingga pecah. Kendala ini bisa muncul karena pelanggan yang menukar galon mereka yang sudah rusak ditukar dengan yang baru.

Solusinya adalah dengan memberlakukan manajerial galon yang baik sehingga galon yang masuk dan keluar juga jelas. Anda juga bisa memberikan tanda pada galon sehingga untuk tanda tertentu hanya digunakan oleh pelanggan tertentu saja. Dengan begitu, galon mudah dilacak dan tidak dicampur secara acak.

6.    Proses Pengiriman, keterlambatan pengiriman bisa disebabkan beberapa hal seperti jarak yang jauh, banyak pesanan, kondisi kendaraan. Untuk jarak yang jauh, lakukan negosiasi kepada pelanggan untuk memaklumi. Untuk pesanan yang banyak, rekrutlah karyawan baru dan untuk kondisi kendaraan, pilihlah kendaraan roda 3 yang bisa membawa banyak galon.

7.    Komplain pelanggan, komplain bisa berkaitan dengan banyak hal. Jika komplain berkaitan dengan kualitas air, maka cek kondisi alat air isi ulang. Jika tidak ada masalah dengan peralatan, maka bisa jadi masalahnya ada pada pelanggan itu sendiri yang menyimpan air isi ulang di tempat yang tidak layak.

      Referensi:



Artikel ini saya buat untuk memenuhi tugas Lingkungan Bisnis Universitas Amikom Yogyakrta www.amikom.ac.id





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masalah yang Bisa Menggerogoti Bisnis Laundry